Aku yakin kamu akan membalas SMSku, entah sesuai dengan yang aku harapkan, atau sekedar menunjukkan bahwa kamu telah membacanya. Satu jam telah berlalu, tapi belum ada tanda HP bergetar. Sudahlah, aku melangkah dari singgasana trotoar Salemba, masuk ke aula utama sekretariatan. Anda kamu tidak membalasnyapun aku tidak menyesal mengirimkan pesan singkat kerinduan. Aku ingin kamu mengetahuinya, itu saja.
12:07 19 Februari 2012, “Kaa, dh bubu..?” Ruang nadiku langsung berdenyut kencang. Balasan SMS yang cukup mengejutkan, singkat tapi hangat, menggoda tapi juga beretika. “Doa ka2 malam ni apha..?” lanjut SMS berikutnya.
Lagi-lagi aku terdiam. Sejujurnya aku belum tahu harus berdoa seperti apa. Aku takut ini hanya rasa dari dinamika hati yang dalam sekejap dapat berubah, atau cinta yang bertepuk sebelah hati. Aku sama sekali belum mengerti, apalagi lantunan do’a suci. Tetapi aku berharap, Tuhan dapat pertemukan kita lagi, melanjutkan kedekatan yang baru saja terjadi, sampai aku bisa nyatakan sesuatu padamu, entah saying, entah cinta, entah kerinduan, entah apapun. Aku ingin kamu hadir kembali di sampingku.
“Aminn.. Do’a dikabulkan.. Hehee.. Bsog qu bkal dtg lg kg k PB.. Tng ajha yeaa..:)”, balas kamu di SMS. Sekejap mataku berbinar, benderang hanyut dalam kesukaan, mengantarkan gelap mala mini menjadi terang. Tidak sabar menantikan esok hari, saat kamu dtang lagi untuk mengisi sedikit waktu yang tersisa pasca kegiatan-kegiatan organisatoris. I miss U..
Jakarta, 18 Februari 2012
Like this:
One blogger likes this post.