Faqih Al Asy'ari

Sekedar Berbagi Catatan

Do’a Kaka Dikabulkan..

Aku yakin kamu akan membalas SMSku, entah sesuai dengan yang aku harapkan, atau sekedar menunjukkan bahwa kamu telah membacanya. Satu jam telah berlalu, tapi belum ada tanda HP bergetar. Sudahlah, aku melangkah dari singgasana trotoar Salemba, masuk ke aula utama sekretariatan. Anda kamu tidak membalasnyapun aku tidak menyesal mengirimkan pesan singkat kerinduan. Aku ingin kamu mengetahuinya, itu saja.

12:07 19 Februari 2012, “Kaa, dh bubu..?” Ruang nadiku langsung berdenyut kencang. Balasan SMS yang cukup mengejutkan, singkat tapi hangat, menggoda tapi juga beretika. “Doa ka2 malam ni apha..?” lanjut SMS berikutnya.

Lagi-lagi aku terdiam. Sejujurnya aku belum tahu harus berdoa seperti apa. Aku takut ini hanya rasa dari dinamika hati yang dalam sekejap dapat berubah, atau cinta yang bertepuk sebelah hati. Aku sama sekali belum mengerti, apalagi lantunan do’a suci. Tetapi aku berharap, Tuhan dapat pertemukan kita lagi, melanjutkan kedekatan yang baru saja terjadi, sampai aku bisa nyatakan sesuatu padamu, entah saying, entah cinta, entah kerinduan, entah apapun. Aku ingin kamu hadir kembali di sampingku.

“Aminn.. Do’a dikabulkan.. Hehee.. Bsog qu bkal dtg lg kg k PB.. Tng ajha yeaa..:)”, balas kamu di SMS. Sekejap mataku berbinar, benderang hanyut dalam kesukaan, mengantarkan gelap mala mini menjadi terang. Tidak sabar menantikan esok hari, saat kamu dtang lagi untuk mengisi sedikit waktu yang tersisa pasca kegiatan-kegiatan organisatoris. I miss U..

Jakarta, 18 Februari 2012

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s